Pages

Minggu, 10 April 2011

Goresan Baru

Senin ini sendu. Senin ini murung sekali. Membawa perasaan yang tersimpan menjadi terlihat semakin transparan. Aku memang menyimpan begitu banyak perasaan kepadamu. Sudah aku simpan sejak lama. Bahkan ternyata rasa itu telah ada sejak ketika aku masih bersamanya. Dirimu memberi kenangan berbeda. Menggoreskan perasaan baru. Hey, aku sedang jatuh cinta ketika aku tersadar ini semua tidak seharusnya terjadi. Aku merasa begitu hina ketika aku menyadari , aku jatuh pada sahabat ku sendiri.. Aku ingin berlari. Kencang sekali.. Menembus langit.. Menerobos angin.. Ingin menghilang.. Kau tak pernah tau kan bagaimana sebenarnya jadiku ? Aku memang hina. Terkadang pergi bareng itu alasan busukku untuk sekedar melihat senyum mu. Dasar hina aku ini. Aku terlalu pengecut untuk pergi berdua. Terlalu takut untuk menantang mata itu.
Setiap harinya aku berusaha terus berlari. Salah satu alasan tidak ingin hanya pergi berdua denganmu karena aku tau, itu sama saja aku jatuh lebih dalam. Hingga aku tau ternyata kau juga terperosok pada lubang yang sama. Dan lagi lagi, kita sama. Kita sadar ini semua tidak seharusnya.
Mungkin bedanya perasaan kita adalah aku tidak memaksa untuk memiliki. Aku cukup dengan perasaan ini. Cukup dengan pembuktian bahwa perasaan ini tersampaikan. Aku cukup dengan rasa ini. Aku cukup.
Sayang, tidak denganmu. Kita berbeda sekali ini.
Aku tau, aku tidak punya hak apapun terhadapmu. Ini rasamu. Aku tau rasanya ingin lari dr rasa itu, dulu. Mungkin kau sedang dalam fase itu. Hanya saja memang sedikit terluka. Aku tau kita BELUM bisa bersama, tapi bukan berarti tidak mungkin kan.. Hanya saja bukan sekarang saatnya..

Burung kecil, terbang lah. Kau ingin menghilang kan ?