Pages

Senin, 16 Mei 2011

Pria

Okee..bisa dimulai dari mana ya ? Mulai menceritakan Pria ini dari mana yaa.. terlalu panjang.. yg jelas pasti dimulai dari hati hahaha.. Pria ini jelas si pelaku kriminal termanis yg pernah mencuri hatiku, syalalala~ anggap saja saat ini sedang menjadi pohon goyang yang menari bahagia ditiup oleh angin Pria. =="
OH PLIS. Itu bukan definisi Pria dimataku. Pria adalah seseorang yang tidak pernah membuatku menyangka, dialah orangnya. Setidaknya aku fikir dulu Pria ini akan mencari seseorang yang jauh lebih-segalanya- di banding aku. Nyatanya Pria ini sepertinya cukup bodoh dengan memilih aku dibanding wanita yang jauh lebih-segalanya- di banding aku. Lantas, kenapa dia memilihku dibanding wanita yang jauh lebih-segalanya- di banding aku ?

Aku sendiri tipe gadis manja yang sok sok kuat. Sok sok berani. Sok sok dewasa. Sok sok mandiri. Sok sok tegar. Sok sok deh pokoknya. Pria ini sepertinya yang mengerti betul aku adalah si wanita sok sok ini :| hehe
Pria ini entah sejak kapan menjadi si pasokan semangatku. Entah sejak kapan menjadi orang pertama yang kuingat ketika aku memulai hariku. Entah sejak kapan menjadi orang yang selalu dicari oleh mata ini. entah sejak kapan menjadi orang pertama yang selalu ada disaat tersulit. Entah sejak kapan menyadari bahwa dia yang mengerti dan memberi pemahaman pemahaman positif padaku. Entah sejak kapan menjadi orang yang paling berarti dalam hidupku, Ah, si Pria ini. :)
Betapa ternyata sudah sejauh ini aku masih merasa aku masih belum cukup baik untuknya. Entahlah Pria, semoga Pria menganggapku cukup baik untukmu yah..

Te Amo Pria <3

Minggu, 10 April 2011

Goresan Baru

Senin ini sendu. Senin ini murung sekali. Membawa perasaan yang tersimpan menjadi terlihat semakin transparan. Aku memang menyimpan begitu banyak perasaan kepadamu. Sudah aku simpan sejak lama. Bahkan ternyata rasa itu telah ada sejak ketika aku masih bersamanya. Dirimu memberi kenangan berbeda. Menggoreskan perasaan baru. Hey, aku sedang jatuh cinta ketika aku tersadar ini semua tidak seharusnya terjadi. Aku merasa begitu hina ketika aku menyadari , aku jatuh pada sahabat ku sendiri.. Aku ingin berlari. Kencang sekali.. Menembus langit.. Menerobos angin.. Ingin menghilang.. Kau tak pernah tau kan bagaimana sebenarnya jadiku ? Aku memang hina. Terkadang pergi bareng itu alasan busukku untuk sekedar melihat senyum mu. Dasar hina aku ini. Aku terlalu pengecut untuk pergi berdua. Terlalu takut untuk menantang mata itu.
Setiap harinya aku berusaha terus berlari. Salah satu alasan tidak ingin hanya pergi berdua denganmu karena aku tau, itu sama saja aku jatuh lebih dalam. Hingga aku tau ternyata kau juga terperosok pada lubang yang sama. Dan lagi lagi, kita sama. Kita sadar ini semua tidak seharusnya.
Mungkin bedanya perasaan kita adalah aku tidak memaksa untuk memiliki. Aku cukup dengan perasaan ini. Cukup dengan pembuktian bahwa perasaan ini tersampaikan. Aku cukup dengan rasa ini. Aku cukup.
Sayang, tidak denganmu. Kita berbeda sekali ini.
Aku tau, aku tidak punya hak apapun terhadapmu. Ini rasamu. Aku tau rasanya ingin lari dr rasa itu, dulu. Mungkin kau sedang dalam fase itu. Hanya saja memang sedikit terluka. Aku tau kita BELUM bisa bersama, tapi bukan berarti tidak mungkin kan.. Hanya saja bukan sekarang saatnya..

Burung kecil, terbang lah. Kau ingin menghilang kan ?

Jumat, 18 Maret 2011

Bintangnya hilang!

Malam ini, untuk pertama kalinya aku melihat bintang di Solo. Tapi gak begitu banyak. Cuma sedikit. Bisa kuhitung malah. Ada sembilan. Satu yg paling besar. Bintang selalu seperti itu kan ? Selalu ada yang paling bersinar. Tapi dia ga pernah sendiri. Gak seperti bulan.
Aku menganggap diriku ini adalah sebuah bintang. Agar aku nggak sendiri. Tapi ternyata ngga bisa ya ? hehe..
Sekarang muncul difikiranku. Bintang itu punya hati nggak ya? Bintang itu bisa merasakan sedih nggak ya? Bintang itu bisa menangis nggak ya? Soalnya, aku bisa ngerasain itu.. Berarti aku nga bisa jd bintang ya..
Aku terlalu perasa untuk menjadi sebuah bintang. Terlalu lemah untuk bersinar sepertinya.
Malam ini bintangnya hilang. Aku mulai berfikir bintang tidak setia. Dia suka datang dan pergi sesukanya. Pernahkah dia berfikir perasaanku yg selalu menanti nya? nggak pernah. Dia egois.
Tapi, tetap saja bintang itu indah. tetap saja ketika ia muncul aku tersenyum, dan menyapanya.
Mungkin itu salah satu alasan kenapa bintang akan selalu menjadi egois. Mungkin karena dia tahu, aku akan tetap mencintainya meski bagaimanapun ia.
.....



Malam ini aku semakin rapuh. Perasaan ini mendesakku untuk menulis. Untuk menuangkan rasa bimbang dan denting ini. Meski hanya sebuah tulisan tak berbintang. Beberapa hari ini aku merasa murung. Sepi.
Kenyataan memaksaku untuk bangun. Kenyataan memaksaku untuk mengerti. Mengerti pada akhirnya sakit yang ada.
Sampai sekarangpun, aku belum bisa melupakanmu. Ini sudah berlangsung sangat lama. Tapi rasanya hatiku tetap membeku. Aku ingin bebas. Sangat ingin bebas. Tapi gak pernah bisa. Selama kamu tidak ingin membebaskan diri dariku. Aku baru menyadarinya tadi siang. Kenapa selama ini meski sakit aku tetap bertahan. Padahal aku sangat mengerti , denganmu hanya kebahagiaan sementara. Denganmu hanya membuat aku sadar aku telah menyia2kan pria baik lainnya.. Denganmu aku stuck!
Itu karena aku lebih memilih perasaanmu yg gak bisa lepas dariku. Itu karena angan anganmu bersamaku seindah bintang. Aku terlalu takut untuk membunuh bintang itu. Aku takut aku menyesal.
Karena aku akan selalu mencintai bintang. Meski aku tahu, dengan bintang takkan pernah tercipta bahagia.

Aku harus apa ?
:(

Kamis, 17 Februari 2011

Heldy

Namanya Heldy. Putih , mancung , matanya sipit , manis , manja , manja banget. Dan baru menyadari dia sekeren itu empat hari yang lalu. Setelah sekian lama tidak bertemu. Setelah sekian lama tidak membuka hati untuk pria manapun. Setelah sekian lama tidak pernah menanggapi semua perhatian yg dia beri. Setelah sekian lama itu , dan baru malem itu aku coba - sangat mencoba- mendengarkan nasehat eka buat ketemu sekali aja sama Heldy. Ternyata bener, aku nggak nyesel malem itu ketemu dia . Malem itu dengan jeans belel dan kemeja cream nya , dia sangat imut . Menawan dan imut. Sedangkan aku ? Sebut saja NGEGEMBEL . Jeans butut yg warnanya udah sangat pudar dan kaos pendek. Merasa sangat menyesal ketika mengetahui cowo yg bakal aku temuin ternyata secakep iniih. :( tapi udahlah, kalo dia ilfeel berarti emang bukan jodoh hahah. Tapi ternyata nggak.. Dia dengan tatapan polos itu, tersenyum manis sekali ketika melihatku. Aku sangat.. Kaget dengan senyuman itu. Rasanya.. Seperti sedang dipuji.. Meski tanpa kata kata, meski hanya dengan senyuman aku benar benar merasa, itu senyuman pujian. Tapi bukan aku kalo nggak bisa mengendalikan diri, aku masih dengan muka ogah ogahan pergi..
Mungkin clue memories of us itu kalo bisa di tulis, begini kali yah :
1. Magnum almond
2. Kemeja yg ketumpahan coklat
3. Malem valentine
4. Aqua beku
5. Angin laut
6. Bintang terakhir
7. Dan rasanya jadi pelaut :D hahah

Ohya satu lagi : OMESH .
:)

Jumat, 11 Februari 2011

perpisahan yang mengikhlaskan

dan ini adalah hari terakhir, baru saja sehabis menemuinya buat terkahir kalinya. sedih sekali ternyata, yang namanya perpisahan memang selalu menyedihkan kan ? tapiii.. gak pernah sedikitpun rasa sedih ini selalu membayangiku.aku bener bener ikhlas. ini perpisahan yang mengikhlaskan.
air mata itu menetes ketika dia ucapkan kata-kata terakhir,"terimakasih buat 2 minggunya.. lebih berarti dr sekedar pengucapannya.."
Kita berdua sadar, perpisahan kali ini tanpa embel-embel "janji yaa".. "janji yaa nggak nakal.., janji yaa nggak.."
gak pake embel-embel "janji yaa". ini perpisahan yang mengikhlaskan.
Semua kenangan yang kita gali selama dua minggu ini, berhasil aku tutup dengan sempurna. Sesempurna aku membukanya. beruntung sekali di sekitar ku begitu banyak hal yang bisa membuat mata ini terbuka lebar. Menyambut matahari yang cerah. Mungkin , dirimu dulu adalah matahariku. Tapi sekarang sudah meredup. Sesungguhnya , aku masih mau kamu yg jadi matahari itu. Tapi Tuhan inginkan yang lain,dan aku tahu Tuhanlah yang selalu tau mana yang terbaik buatku. Sekali lagi, aku ikhlas. Dan membiarkan ini menjadi perpisahan yang mengikhlaskan.
Senyuman terakhir yang kau lihat tadi, itu bener-bener tulus. Setulus hatiku melepasmu.
Mungkin ini baru sekedar kata-kata. Tapi, aku adalah sang pejuang. Aku mungkin akan selalu membutuhkan pasokan amunisi "semangat", tapi bisa kudapatkan.. Begitu banyak orang yang sayang padaku..
Mungkin perpisahan mengikhlaskan ini membuat rasa takut itu hilang.
entahlah, apapun itu sekarang hati dan logika sudah berdamai. Sekarang pun , perpisahan yang mengikhlaskan ini membuat tenang :)



ps : sangat berterimakasih kepada mereka yang slalu ada buat saya :) sayang kalian semua .

Rabu, 09 Februari 2011

MENGGALI KENANGAN..

saya sedang libur nih. kembali ke kampung halaman tercinta. pulang dengan segudang kerinduan. buat seimua orang yang berarti di hidup saya meski dengan hati yg sedikit patah , tambahan sedikit galau juga .
tapi inilah hidup , semuanya hanya tergantung bagaimana kau menyikapinya. aku sikapi liburan kali ini untuk  berani. Meski harus "menggali kenangan"..
Tau hal yang paling aku takutkan ? kalah sama kenangan. aku memang kalah nyatanya. masih aja ngikutin perasaan aku buat ketemu kamu yang udah bikin hati ini patah .tapii.. kembali ke niat awal, aku cuma lagi menggali kenangan aja kok. selebihnya, gak ada niatan apapun.
14 hari waktu ku buat menggali kenangan itu.
Ternyata, kita nggak berubah. Kita masih kita yang dulu ketika dipertemukan. Masih ngetawain hal bodoh bareng, berantem karena hal hal sepele, makan bareng di depan teras sambil nyuri lauk bareng, kabur abis maling buah tetangga.. haaaahh..
Kamu tau, tiap ngeliat matamu. Aku kembali ke aku yang dulu. Aku nggak suka itu.. Aku jadi lemah..
ini yang aku takutin, "kalah sama kenangan"..

Tapi tenanglah, aku selalu punya mereka yang selalu membuat kegalauan ini terjawab menjadi sangat rasional.
terimakasih untuk mereka.setelah liburan ini, kenangan yang udah aku gali dalem ini, bakal aku tutup lagi kok. terus bener2aku tinggalin :)
goodbye :)

Selasa, 18 Januari 2011

tersenyum dan berbahagialah.

Pernah ngerasain sakit yang begitu dalam, sakit yang begitu menusuk , perih tapi sekaligus letih yang begitu hebat ? Saya baru saja merasakannya. Setelah dilukai sekian kalinya , dan ternyata harus merasakan pedih itu lagi . Saat semua kesakitan itu datang pada waktu yang sangat tidak tepat.
Saya berusaha , sangat sangat sangat sangat sangat berusaha tetap tegar . Saya berusaha bangkit , berusaha meninggalkan semua hal yang membuat saya sakit . Dan itu , KAMU .
Itu yang paling berat. Saya munafik bilang kalau saya gak butuh kamu sama sekali , kamu cuma nyakitin saya, kamu egois dan saya harap kamu hilang. Saya munafik . Karena saya tau , perasaan ini .. walaupun mungkin rasa yang kita alamin udah nglewatin bermacam-macam.. saya tetap sayang , tetap saya mengasihi kamu.. KAMU dan KAMU .
Tapi saya sadar , hidup terus berjalan . Patah hati ini biasa . Saya hanya butuh waktu . Hal yang pertama sekali harus saya lakukan adalah ikhlas . Saya harus merelakan semua hal indah yang dulu pernah kita alamin , tersimpan rapat di dalam hati saya.
Hal kedua yang harus saya lakukan adalah memaafkan. Saya harus memaafkan kamu , walaupun awalnya saya harus sedikit menjauh. Karena mungkin memaafkan tidak akan memperbaiki kesalahanmu , tapi pasti membuat hidup saya jauh lebih tenang kemudian .
Hal ketiga yang harus saya lakukan adalah tersenyum dan membuka mata saya, membuka mata saya bahwa hidup ini jauh lebih panjang. Saya harus terus tersenyum, mulai menantang kehidupan dan merasakan kebebasan lagi.

Dan andai kamu tau ? Saya akan sangat menyesal sekali , kalau saya justru tetep stuck sama kamu.
Apapun itu , tersenyum dan berbahagialah .
:)