Pages

Jumat, 11 Februari 2011

perpisahan yang mengikhlaskan

dan ini adalah hari terakhir, baru saja sehabis menemuinya buat terkahir kalinya. sedih sekali ternyata, yang namanya perpisahan memang selalu menyedihkan kan ? tapiii.. gak pernah sedikitpun rasa sedih ini selalu membayangiku.aku bener bener ikhlas. ini perpisahan yang mengikhlaskan.
air mata itu menetes ketika dia ucapkan kata-kata terakhir,"terimakasih buat 2 minggunya.. lebih berarti dr sekedar pengucapannya.."
Kita berdua sadar, perpisahan kali ini tanpa embel-embel "janji yaa".. "janji yaa nggak nakal.., janji yaa nggak.."
gak pake embel-embel "janji yaa". ini perpisahan yang mengikhlaskan.
Semua kenangan yang kita gali selama dua minggu ini, berhasil aku tutup dengan sempurna. Sesempurna aku membukanya. beruntung sekali di sekitar ku begitu banyak hal yang bisa membuat mata ini terbuka lebar. Menyambut matahari yang cerah. Mungkin , dirimu dulu adalah matahariku. Tapi sekarang sudah meredup. Sesungguhnya , aku masih mau kamu yg jadi matahari itu. Tapi Tuhan inginkan yang lain,dan aku tahu Tuhanlah yang selalu tau mana yang terbaik buatku. Sekali lagi, aku ikhlas. Dan membiarkan ini menjadi perpisahan yang mengikhlaskan.
Senyuman terakhir yang kau lihat tadi, itu bener-bener tulus. Setulus hatiku melepasmu.
Mungkin ini baru sekedar kata-kata. Tapi, aku adalah sang pejuang. Aku mungkin akan selalu membutuhkan pasokan amunisi "semangat", tapi bisa kudapatkan.. Begitu banyak orang yang sayang padaku..
Mungkin perpisahan mengikhlaskan ini membuat rasa takut itu hilang.
entahlah, apapun itu sekarang hati dan logika sudah berdamai. Sekarang pun , perpisahan yang mengikhlaskan ini membuat tenang :)



ps : sangat berterimakasih kepada mereka yang slalu ada buat saya :) sayang kalian semua .

0 komentar:

Posting Komentar